Buja-PESISIR
Buja berarti garam dalam bahasa Madura. Buja-PESISIR mengajakmu belajar usaha, energi, pesawat sederhana, getaran, gelombang, cahaya, dan alat optik — langsung dari tambak garam nenek moyang kita.
1 · Apa Itu Etnosains?
Buja berarti garam dalam bahasa Madura, dan PESISIR merangkum semangat situs ini: Pembelajaran Etnosains Sains & Identitas Siswa Berbasis Kearifan. Selamat datang di Buja-PESISIR!
Etnosains adalah sains yang hidup di tengah masyarakat. Alat-alat sederhana di tambak garam Madura ternyata menyimpan konsep fisika yang sama dengan yang kamu pelajari di sekolah — mulai dari kincir angin, alat senggut, ghulu, hingga sorkot.
Belajar dari Budaya Sendiri
Materi disusun dari proses produksi garam Cara Madurese agar kamu bangga pada budaya pesisir sambil memahami konsep IPA secara mendalam.
Standar PISA 2025
Soal-soal kuis dirancang menuntut penalaran, bukan hafalan — melatihmu berpikir seperti ilmuwan yang memecahkan masalah nyata.
Identitas Sains
Melalui instrumen Science Identity Self Test (SIST), kamu diajak mengenali seberapa besar "jiwa ilmuwan" dalam dirimu.
Ramah Gawai
Semua halaman dirancang responsif dan nyaman disentuh, jadi bisa diakses lewat ponsel kapan saja dan di mana saja.
2 · Kisah dari Pinggir Papas
Menurut cerita turun-temurun masyarakat Madura, garam pertama kali diperkenalkan oleh Anggosuto di Pinggir Papas pada abad ke-15. Sejak saat itu, pengetahuan membuat garam diwariskan dari generasi ke generasi, membentuk cara produksi khas yang dikenal sebagai Cara Madurese.
Lebih dari lima abad kemudian, tambak-tambak di pesisir Madura masih berdenyut dengan ilmu yang sama: air laut dialirkan, dijemur, diuapkan, dan dikristalkan menjadi butiran garam putih. Di balik setiap langkah itu tersembunyi konsep fisika yang kini kamu pelajari — dan kamu adalah generasi penerus yang akan menjaganya dengan ilmu pengetahuan.
3 · Alur Belajar
Empat bab materi yang menghubungkan alat dan proses tradisional produksi garam dengan konsep fisika SMP.
Pesawat Sederhana
Kincir angin, senggut, dan jembatan bidang miring yang mengalirkan air laut.
BAB 2Usaha & Energi
Ghulu untuk memadatkan tanah dan sorkot untuk mengumpulkan garam.
BAB 3Getaran & Gelombang
Dinamika gelombang air laut di pematang dan kolam penampungan (boezem).
BAB 4Cahaya & Alat Optik
Kilau kristal garam dan cara petani membaca kepekatan air dengan bometer.
4 · Alur Produksi Garam Cara Madurese
Ikuti perjalanan setetes air laut menjadi sebutir garam — setiap tahapnya menyimpan konsep sains.
-
1
Air Laut Masuk ke Sungai
Saat air pasang, air laut mengalir melalui sungai menuju kawasan tambak. Di sinilah konsep energi potensial bekerja: air selalu mengalir dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah.
-
2
Ditampung di Kolam Boezem
Air laut ditampung di kolam penampungan (boezem) sebelum dialirkan ke petak-petak tambak. Kincir angin dan senggut membantu mengangkat air ke tempat yang lebih tinggi — penerapan pesawat sederhana.
-
3
Penampungan Air Muda
Air "muda" (kadar garamnya masih rendah) diendapkan dan dipanaskan sinar matahari agar kotoran mengendap dan air semakin pekat.
-
4
Meja Kristalisasi
Air tua yang pekat dialirkan ke meja garam. Panas matahari menguapkan airnya dan kristal garam mulai terbentuk — peristiwa perubahan wujud yang memerlukan energi kalor.
-
5
Panen dan Penyimpanan
Petani mengumpulkan kristal garam menggunakan sorkot dan sekop — bekerja dengan gaya dan perpindahan — lalu menyimpannya di gudang sebelum dijual.